Kamis, 29 November 2012


PRODUK, JASA DAN STRATEGI PENENTUAN MEREK

PRODUK, JASA DAN STRATEGI PENENTUAN MEREK

Mendefinisikan produk (product) sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Dalam arti luas produk mencangkup objek-objek fisik, jasa acara, orang, tempat, organisasi, ide atau bauran entitas-entitas ini. Contohnya iPod Apple, Toyota Camry, dan caffe Mocha di strarbucks adalah produk.
Karena begitu penting dalam ekonomi dunia, kita memberikan perhatian khusus kepada jasa. Jasa (service) adalah bentuk yang terdiri dari aktifitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual dan pada dasarnya tak berwujud serta tidak menghasilkan kepemilikan akan sesuatu. Contohnya perbankan, hotel, maskapai penerbangan, pengecer, persiapan pajak, dan jasa perbaikan rumah.

Produk, Jasa, Pengalaman.
Produk adalah elemen kunci dalam keseluruhan penawaran pasar,. Perencanaan bauran pemasaran dimulai dengan merumuskan penawaran yang memberikan nilai pelanggan sasaran. Penawaran ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam membangun hubungan yang menguntunkan dengan pelanggan. Masing-masing komponen bias menjadi bagian kecil atau bagian utama dari keseluruhan penawaran. Pada satu sisi, penawaran bisa terdiri dari barang yang sepenuhnya terwujud, seperti sabun, pasta gigi dan garam-tidak ada jasa yang menyertai produk. Pada sisi lainya, ada jasa sepenuhnya, di mana penawaran terdiri dari jasa. Meliputi pemeriksaan dokter atapun jasa keuangan. Untuk mendiferensiasikan suatu penawaran di samping hanya membuat produk dan menghantarkan jasa, mereka menciptakan dan mengelola pengalaman pelanggan dengan produk atau perusahaan.  Perusahaan yang memasarkan pengalaman menyadari bahwa pelanggan benar-benar membeli lebih dari sekedar produk dan jasa. Para pelanggan membeli apa yang akan di lakukan penwaran itu bagi mereka.
Tingkat Produk dan Jasa.
Perencanaan produk harus berfikir tentang produk dan jasa dalam 3 tingkat. Masing-masing tingkat menambah lebih banyak nilai pelanggan. Tingkat yang paling dasar adalah manfaat inti, yang  membawa pertanyaan Apa yang di beli oleh pembeli? Ketika merancang produk mula-mula pemasar harus mendefinisikan inti, manfaat penyelesaian masalah atau jasa yang dicari konsumen. Contohnya : orang-orang yang membeli BlackBerry membeli lebih dari sekedar telepon genggam nirkabel, alat penjelajah email dan web, atau agenda pribadi. Mereka membeli kebebasan dan konktivitas langsung terhadap orang serta sumber daya lain.
Pada tingkat ke 2 para perencana produk harus mengubah manfaat inti menjadi produk actual.mereka harus menggembangkan fitur produk dan jasa, desain, tingkat kualitas, nama merek dan kemasan.
Akhirnya, perencanaan produk harus membangun produk tambahaan di sekitar manfaat inti dan produk actual dengan menawarkan pelayanaan dan manfaat konsumen tambahan. Konsumen melihat produk sebagai kumpulan manfaat kompleks yang memuaskan kebutuhan mereka. Mula-mula pemasar harus mengenali kebutuhan inti pelanggan yang akan di puaskan oleh sebuah produk. Kemudian para pemasar harus merancang produk actual dan menenmukan cara untuk memberikan tambahan bagi produk itu agar  menciptakan sekumpulan manfaat yang akan memberikan penglaman pelanggan yang paling memuaskan.
Klasifikasi produk dan jasa
Produk dan jasa di bagi menjadi 2 kelompok besar yaitu, produk konsumen dan produk industry. Produk konsumen yaitu produk yang di beli oleh konsumen akhir untuk konsumsi pribadi. Produk industry produk yang di beli oleh individu dan organisasi untuk pemrosesan lebih lanjut atau untu di gunakan dalam menjalankan bisnis.
Produk konsumen meliputi produk kebutuhan sehari-hari, produk belanja, produk khusus, produk yang tak di cari. Produk kebutuhan sehari-hari (convenience product ) adalah produk dan jasa konsumen yang biasanya sering dan segera di beli pelanggan, dengan usaha pembandingan dan pembelian yang minimum. Produk belanja (shopping product ) adalah produk dan jasa konsumen yang lebih jarang di beli dan pelanggan membandingkan kecocokan kualitas harga dan gaya produk secara cermat. Produk khusus (specialty product ) adalah produk konsumen dengan karakteristik unik atau identifikasi merek dimana sekelompok pembeli signifikan bersedia melakukan usaha pembelian khusus. Produk yang tak di cari yaitu produk konsumen yang tidak di kenal konsumen atau mungkin di kenal konsumen tetapi biasanya konsumen tidak pernah berfikir untuk membelinya.
Organisasi , Orang, Tempat, dan Ide
Pemasaran organisasi terdiri dari kegiatan yang di laksanakan untuk menciptakan memelihara atau mengubah sikap dan perilaku pelanggan sasaran terhadap organisasi. Baik oraganisasi laba dan nirlaba mempraktekan pemasaraan oraganisasi.Pemasaraan orang terdiri dari kegiatan yang dilaksanakan untuk menciptakan, memelihara, atau mengubah siklap atau prilaku terhadap orang tertentu.pemasaran tempat melibatkan kegiatan yang dilaksanakan untuk menciptakan, memelihara, atau mengubah sikap terhadap tempat tertentu.Ide juga bisa di pasarkan. Dalam salah satu arti semua pemasaran adalah pemasaran sebuah ide, baik itu ide umum mengosok gigi anda atau ide khusus bahwa pasta gigi Crest “menciptakan senyum setiap hari.” Tetapi kita memfokuskan kepada pemasaran ide-ide social.
Keputusan Produk dan Jasa
Pemasaran membuat keputusan produk dan jasa pada 3 tingkatan :
·         Keputusan produk dan jasa individual.
Dalam pengmbangan dan pemasaran produk dan jasa individual, kita akan memusatkan perhatian pada keputusan tentang atribut produk, penetapan merek, kemasan, pelabelan, dan jasa pendukung produk, yaitu :
o   Atribut produk dan jasa
Pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan pendefinisian manfaat yang akan di tawarkan produk atau jasa tersebut. Manfaat ini di komunikasikan dan di hantarkan oleh atribut produk seperti kualitas yaitu salah satu sarana positioning utama pemasar mempunyai dampak langsung pada kinerja produk atau jasa. Fitur produk yaitu sarana kompetitif untuk mendeferensiasikan produk perusahaan dari produk pesaing. Serta gaya dan desain yaitu konsep yang lebih besar dari pada gaya, di mana gaya hanya menggambarkan penampilan produk.

o   Penetapan merek
Merek (brand) adalah sebuah nama, istilah, tanda, lambang, atau kombinasi semua ini, yang menunjukan identitas pembuat atau penjual produk dan jasa. Penetapan merek menjadi begitu kuat sehingga saat ini tidak ada produk yang tidak memiliki merek.

o   Kemasan
Kemasan (packaging) melibatkan perencanaan dan produksi wadah atau pembungkus untuk sebuah produk. Fungsi utama adalah menyimpan dan melindungi produk serta sebagai alat promosi.

o   Pelabelan
Label menun jukan produk atau merek yang tercantum, dan juga bisa menggambarkan hal tentang produk. Untuk mempromosikan dan mendukung positioningnya

o   Pelayanan pendukung produk
Pelayan pelanggan adalah langkah pertama adalah mensurvey pelanggan secara berkala untuk menilai pelayanan saat ini dan memperoleh ide bagi pelayanan baru. Berikutnya perusahaan harus menilai biaya untuk menyediakan pelayanan ini. Kemudian perusahaan dapat mengembangkan satu paket pelayanan yang akan memuaskan pelanggan dan menghasilkan laba untuk perusahaan.

·         Lini produk (product line)
Adalah kelompok produk yang berhubungan erat karena kelompok produk tersebut berfungsi dengan cara yang sama, di jual kepada kelompok pelanggan yang sama, di pasarkan melalui tipe grai yang sama, atau mempunyai kisaraan harga yang sama. Perusahaan dapat memperpanjang lini produknya dalam 2 cara : dengan perluasaan lini atau dengan pengisian lini. Perluasan lini produk terjadi ketika sebuah perusahaan memperpanjang lini produknya melampaui rentang lini saat ini. Pengisian lini produk adalah menambahkan lebih banyak barang dalam rentang lini saat ini. Pengisian lini akan berlebihan jika pengisian lini ini menyebabkan “kanibalisasi” dan kebingungan pelanggan.

·         Keputusan bauran produk
bauran produk ( portofolio produk) terdiri dari semua lini produk dan barang yang di jual oleh penjual tertentu. Bauran produk mempunyai 4 dimensi yaitu : lebar bauran produk mengacu pada jumlah lini produk berbeda yang di bawa perusahaan. Panjang bauran produk mengacu pada jumlah keseluruhan barang yang di bawa perusahaan dalam lini produknya. Kedalamaan bauran produk mengacu pada jumlah versi yang di tawarkan masing-masing produk dalam lini. Konsitensi bauran produk mengacu pada seberapa dekat hubungan antara berbagai lini produk dalam penggunaan akhir, persyaratan produk, saluran distribusi, atau hal lainya.


Merek
Beberapa analis memandang merek sebagai aset permanen perusahaan yang utama. Merek lebih dari sekadar nama dan lambang—merek membentuk segala arti produk atau jasa bagi konsumen, jadi merek harus di kembangjan dan di kelola.
Ekuitas merek
Adalah elemen kunci dalam hubungan perusahaan dan konsumen. Nilai nyata dari sebuah merek adalah kekuatanya untuk menangkap preferensi dan loyalitas konsumen.
Membangun merek
Dalam membangun merek harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu : positioning merek para pemasar harus tepat memposisikan merek mereka dengan jelas dalam pikiran pelanggan sasaran. Pemilihan nama merek nama yang baik bisa sangat menambah keberhasilan produk. Sponsor merek mempunyai 4 pilihan yaitu sebagai, merek produsen, merek pribadi, merek toko, merek berlisensi. Pengembangan merek dalam hal ini perusahaan bisa memperkenalkan perluasan lini, perluasan merek, multimerek, atau merek baru.
Mengelola merek
Perusahaan harus selalu mengelola merek mereka secara cermat. Pertama positioning mereka harus terus di komunikasikan kepada konsumen. Positioning merek tidak akan bertahan lama kecuali semua orang di dalam perusahaan selau menghidupkan merek tersebut. Dan juga perusahaan harus selalu mengaudit kekuatan dan kelemahan merek mereka.

Pemasaran jasa
Sifat dan karakteristik jasa
o   Jasa tak berwujud berarti bahwa jasa tidak dapat dilihat, di rasakan, di raba, di dengar, atau di baui.
o   Jasa tak terpisahkan berarti bahwa jasa tidak bisa di pisahkan dari penyedianya, tanpa mempedulikan apakah penyedia jasa itu mesin atau orang.
o   Variabilitas jasa berarti bahwa kualitas jasa bergantung dari siapa yang menyediakan jasa itu dan kapan, di mana, dan bagaimana jasa itu di sediakan
o   Jasa dapat musnah berarti bahwa jasa tidak dapat disimpan, dijual, atau di pergunakan beberapa saat kemudian
Strategi pemasaran untuk perusahaan jasa
Perusahaan jasa yang baik menggunakan pemasaraan untuk memposisikan diri mereka sendiri secara kuat dalam pasar sasaran terpilih target menjanjikan. Dan juga memfokuskan pada karyawan, karena para karyawan akan berhadapan langsung kepada pelanggan. Ada 3 strategi dalam pemasaran perusahaan jasa yaitu :
§  Rantai laba jasa : rantai yang menghubungkan laba perusahaan jasa dengan karyawan dan kepuasan pelanggan.
§  Pemasaran internal : berarti bahwa perusahaan jasa harus mengorientasikan dan memotivasi karyawanya yang berhubungan dengan pelanggan dan mendukung orang-orang pelayanan untuk bekerja sebagai satu tim untuk memberikan kepuasan pelanggan.
§  Pemasaran interaktif : berarti bahwa kualitas jasa sangat bergantung pada kualitas interaksi pembeli-penjual selama transaksi jasa.
Saat ini,ketika persaingan dan biaya semakin meningkat, sementara produktivitas dan kualitas menurun, semakin banyak kecanggihan pemasaran jasa yang di perlukan. Dan perusahaan jasa menghadapi tiga tugas utama pemasaran yaitu : diferensiasi jasa, kualitas jasa, dan produktivitas jasa.

Keputusan branding biasanya dilakukan pada salah satu tahap terakhir dalam proses pengembangan produk baru, khususnya ditempatkan sebagai salah satu isu strategi produk. Keputusan branding ini meliputi 6 aspek utama, yaitu :

1. Keputusan branding

Yakni keputusan menyangkut apakah akan menggunakan merek atau tidak untuk merek yang dihasilkan, branding berlaku untuk semua jenis produk, yaitu dengan cara memberikan nama pada produk dan menyertakan makna atau arti khusus menyangkut apa yang ditawarkan produk bersangkutan dan apa yang membedakan produknya dari produk pesaing.

2. Keputusan brand sponsor

Yakni keputusan berkenaan dengan siapa yang harus mensponsori merek. Setiap organisasi pemasaran memiliki tiga pilihan utama :

 Produk menggunakan nama pemanufaktur
 Pemanufaktur menjual produk ke distributor atau perantara dan menggunakan house brand atau  private label
 Menerapkan mixed brand strategy, yakni menjual sebagian produk dengan menggunakan nama merek pemanufaktur dan sebagian lagi dengan private label
3. Keputusan brand hierarchy

Yaitu keputusan menyangkut apakah setiap produk perlu diberi merek sendiri ataukah menggunakan corporate brand. Menurut Keller yang dikutip dari Tjiptono (2005,p15) hirarki merek meliputi 4 level, yaitu

a. Corporate brand, yaitu menggunakan nama perusahaan (baik perusahaan induk maupun anak perusahaan atau kantor cabangnya) sebagai merek produk.
b. Family brand, yaitu nama merek yang diguanakan di lebih dari satu kategori produk, tetapi tidak selalu merupakan nama perusahaan pemiliknya.
c. Individual brand, yakni merek yang dibatasi hanya untuk satu kategori produk, meskipun bisa digunakan untuk beberapa tipe produk berada dalam kategori yang sama.
d. Modifier, yaitu wahana untuk menandakan item spesifik atau tipe model atau versi/konfigurasi tertentu dari produk.

4. Keputusan brand extension

Yakni keputusan menyangkut apakah nama merek spesifik perlu diperluas pada merek-merek lain. Dalam brand extension, nama merek yang telah terbukti sukses dipakai untuk meluncurkan produk baru atau produk modifikasi dalam kategori produk baru. Brand extension memiliki sejumlah keunggulan , diantaranya pangsa pasar lebih besar, efisiensi periklanan lebih besar, perusahaan lebih mudah memasuki kategori produk baru, produk baru lebih mudah dan cepat dikenal dan diterima konsumen, dan lain-lain. Akan tetapi, brand extension juga mengandung kelemahan, seperti resiko sikap negatif konsumen terhadap produk-produk lain bermerek sama jika produk baru gagal di pasaran. Brand extension juga termasuk salah satu dari empat strategi merek.

5. Keputusan multibrand

Yakni mengembangan dua atau lebih merek dalam kategori yang sama. Multibranding memungkinkan perushaan mendapatkan tempat yang lebih besar di rakrak pajangan pengecer, dalam hal tertentu perusahaan bermaksud melindungi merekmerek utamanya dengan jalan mengembangkan fighting brand.

6. Keputusan brand repositioning

Yaitu keputusan untuk mengubah produk dan citranya agar dapat lebih memenuhi ekspektasi palanggan. Repositioning bisa pula dilakukan dengan hanya mengubah citera produk. Lebih lanjut, tersedia pula berbagai cara untuk memperluas merek dalam rangka meningkatkan nilainya, seperti menyediakan garansi kinerja, menyediakan fasilitas kredit, pengaturan dan pelayanan dan purnajual yang efektif. Merek dapat pula dikembangkan lebih lanjut menjadi potential brand dengan menambahkan berbagai atribut tambahan yang berperan penting dalam membentuk preferensi dan loyalitas pelanggan. Doyle (Tjiptono, 2005, p17) beragumen bahwa kunci utama proses membangun merek sukses adalah kualitas, layanan, inovasi, dan diferensiasi.

Strategi Merek dalam Pemasaran Produk

"Dalam dunia bisnis, istilah merek tentunya menjadi salah satu poin penting bagi para produsen, konsumen, maupun pelaku pasar. Bagi para produsen, keberadaan sebuah merek menjadi simbol, serta identitas mereka dalam meluncurkan produk ke pasaran. Bagi para pelaku pasar, keberadaan merek menjadi bagian dari strategi promosi produk untuk dapat menarik minat konsumen hingga loyalitasnya meningkat seiring terkenalnya merek produk tersebut. "
1
ilustrasi merek produk 200x184 Strategi Merek dalam Pemasaran ProdukDalam dunia bisnis, penguasaan pangsa pasar tentunya menjadi salah satu poin penting bagi para produsen. Dan keberadaan sebuah Merek, menjadi simbol serta identitas tersendiri dalam peluncurkan sebuah produk ke pasaran. Dalam ilmu marketing sendiri, keberadaan sebuah Merek menjadi bagian dari strategi promosi yang dapat  menarik minat konsumen hingga taraf loyalitas tertentu dan terus meningkat seiring terkenalnya Merek tersebut dipasaran.
Sedangkan bagi para konsumen, keberadaan Merek menjadi sebuah alat bantu dalam  mengenali dan mengetahui kualitas produk, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membeli sebuah produk. Jadi tidaklah salah, bila banyak pelaku bisnis menjadikan merek produk sebagai ujung tombak bagi perusahaannya agar bisa memenangkan persaingan pasar.
Berikut kami informasikan mengenai lima strategi merekmenurut Kotler (2000) yang bisa Anda gunakan dalam strategi bisnis Anda kedepannya.
1. Lakukan perluasan lini. Perluasan lini dapat dilakukan para pelaku usaha dengan cara  menambahkan varian baru pada produk mereka. Hal ini sengaja dilakukan untuk memperluas  target pasar yang mereka bidik dan menguatkan merek tersebut di kalangan masyarakat luas. Salah satu produk yang telah menggunakan strategi ini adalah produk  sampo Sunsilk. Mereka sengaja mengeluarkan beragam varian produk sampo sesuai dengan jenis rambut konsumennya, seperti sampo untuk rambut rontok, rambut berketombe, rambut kering, rambut berminyak, dan lain sebagainya.
2. Perluasan merek (Brand Extension). Strategi ini sering dilakukan beberapa perusahaan besar untuk menguasai pasar. Mereka memanfaatkan merek yang sudah dikenal banyak orang, untuk mengeluarkan produk baru guna menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Lihat saja merek lifebuoy yang dulunya dikenal masyarakat sebagai merek sabun, sekarang mulai melebarkan sayapnya dengan meluncurkan produk handwash (sabun cuci tangan), serta sampo untuk memperluas merek produknya di pasaran.
3. Gunakan strategi multi-merek. Selain menambahkan varian baru pada produk Anda, salah satu strategi pemasaranlainnya yang bisa digunakan yaitu menggunakan tambahan merek untuk kategori produk yang sama. Strategi ini dilakukan para pengusaha untuk menarik minat konsumen dari berbagai kalangan. Contohnya saja seperti perusahaan Indofood yang sengaja meluncurkan merek Indomie, Supermi, serta Sarimi untuk membidik target pasar yang berbeda. Sehingga tidak heran, jika sampai saat ini Indofood berhasil menjadi market leader untuk kategori produk mie instan.merek produk 200x150 Strategi Merek dalam Pemasaran Produk
4. Luncurkan merek baru. Jika sebuah perusahaan meluncurkan sebuah produk barudalam kategori baru, namun tidak memungkinkan untuk menggunakan merek yang sudah ada. Maka tidak ada salahnya jika mereka menawarkan sebuah merek baru bagi produk yang akan mereka luncurkan. Cara ini telah dilakukan oleh Unilever dalam mengembangkan kategori produknya, seperti mengeluarkan merek Pepsodent untuk kategori produk pasta gigi, Blue Band untuk merek margarine, serta masih banyak lagi merek lainnya untuk kategori yang berbeda.
5.  Gunakan merek bersama. Yang dimaksud dengan merek bersama yaitu menggabungkan dua atau lebih merek yang sudah terkenal dalam sebuah penawaran. Strategi ini telah dijalankan oleh Aqua-Danone dalam memasarkan produknya.
Dengan mengetahui beberapa strategi merek dalam pemasaran produk,kini saatnya Anda menentukan strategi pemasaran yang seperti apakah yang paling tepat bagi bisnis Anda. Tentukan strateginya dan lakukan  sekarang juga.  Selamat mencoba dan Salam Sukses!


PELUANG DAN ANCAMAN USAHA INDOMARET

PELUANG USAHA INDOMARET

Indomaret siap ekspansi ke wilayah timur Indonesia
03 Dec 2009 
JAKARTA Indomaret akan melakukan ekspansi minimarket ke wilayah bagian timur Indonesia pada tahun depan, menyusul banyaknya investor di daerah tersebut yang berkeinginan menjadi penerima waralaba toko modem skala terkecil itu.
Direktur Pemasaran Indomaret Laurensius Tirta Widjaja mengungkapkan target pembukaan gerai pada tahun depan sebanyak 700-800 unit, atau sama dengan jumlah di Jawa, Bali, Lampung, Medan, dan Palembang ekspansi pada tahun ini.
"Pada 2010 kami akan melakukan ekspansi ke Indonesia Timur, dimulai dari Makassar," kata Laurensius di sela-sela perhelatan Grand Final Festival Vocal Group Indomaret 2009, di Balai Sarbini, Selasa malam.
Setelah Makassar, katanya, Indomaret akan merambah wilayah lain di bagian timur Indonesia, mengingat besarnya prospek ritel minimarket di sana.
Peluang ini didasari perilaku belanja konsumen di wilayah itu yang makin modern, disertai peningkatan daya beli masyarakat, terutama di daerah penghasil kakao dan kelapa sawit yang belakangan ini tren harganya membaik.
"Kami optimistis untuk mencapai target tahun depan," ujar Laurensius. Saat ini jaringan Indomaret mencakup 3.785 toko, yang 43% di antaranya atau sebanyak 1.750 toko dibangun bersama dengan terwaralaba.
Besaran investasi satu gerai Indomaret berkisar Rp250 juta-Rp 300 juta, tidak termasuk bangunan atau sewa lahan. "Kami menargetkan bisa mendapatkan toko waralaba sebanyak 50%," ujar Laurensius.
Lomba grup vokal Sementara itu, tahun ini Indomaret berhasil menggelar perhelatan setahun sekalinya yang kedelapan kali, yaitu Festival Vocal Group Indomaret yang diikuti finalis dari sejumlah daerah.
Laurensius mengharapkan komitmen Indomaret untuk menggelar ajang bakat mengolah suara tersebut bisa terus digelar. Di samping bisa menyokong citra Indomaret, kegiatan itu akan mendorong kemajuan olah vokal kelompok paduan suara.
"Apalagi kami perhatikan dalam 5 tahun terakhir ini tidak ada yang mendorong vocal group. Padahal ini talenta. Vocal group ini sesuai dengan kultur bisnis kami yang mengedepankan kebersamaan baik dengan pemasok maupun investor," katanya.
Selain merekam pemenang kategori grup vokal anak-anak, remaja, dan dewasa dalam bentuk kaset dan compact disk yang dijual di gerai Indomaret, Laurensius mengatakan satu tim pemenang akan diikutkan landing di World Choir Games di Shanghai pada tahun depan, dengan pendamping Elfa Sedona.
Entitas terkaitRingkasan Artikel Ini
Peluang ini didasari perilaku belanja konsumen di wilayah itu yang makin modern, disertai peningkatan daya beli masyarakat, terutama di daerah penghasil kakao dan kelapa sawit yang belakangan ini tren harganya membaik. Selain merekam pemenang kategori grup vokal anak-anak, remaja, dan dewasa dalam bentuk kaset dan compact disk yang dijual di gerai Indomaret, Laurensius mengatakan satu tim pemenang akan diikutkan landing di World Choir Games di Shanghai pada tahun depan, dengan pendamping Elfa Sedona. 

Jumlah kata di Artikel : 364
Jumlah kata di Summary : 74
Ratio : 0,203

*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.

KEUNTUNGAN WARALABA INDOMARET
* Transformasi Pengetahuan
Bergabung dengan Indomaret, akan banyak diperoleh pengetahuan bisnis toko modern dan sekaligus menempatkan Anda sebagai pelaku bisnis.
* Potensi Pasar
Bantuan survey lokasi dari Indomaret akan memperkaya wawasan mengenai potensi dan strategis tidaknya suatu lokasi
* Tidak full time
Dukungan sistem operasional toko yang terintegrasi, membuat para investor tidak perlu terlibat secara full time dalam operasional toko ataupun meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
* Peluang Berkembang
Investor dapat memiliki lebih dari 1 (satu) unit toko dengan tingkat kesibukan yang sama dan dapat diatur.
* Minimalisasi Risiko
Perencanaan matang, mulai survey lokasi sampai dengan pembukaan toko, kecepatan distribusi dan kelengkapan barang dagangan, serta dukungan manajemen toko yang solid akan membantu investor dalam menekan risiko kerugian.
MENJADI TERWARALABA INDOMARET
Jika Anda memutuskan untuk membeli hak waralaba Indomaret, langkah awal yang harus dipenuhi adalah :
1. Warga Negara Indonesia
2. Menyediakan ruang usaha ukuran 120-150 m2 (milik sendiri/sewa)
3. Memiliki NPWP dan PKP, serta kelengkapan perijinan lainnya
4. Investasi peralatan toko dan biaya waralaba
Indomaret akan membantu Anda dalam menyiapkan pengelolaan toko dalam hal :
1. Survey kelayakan tempat usaha dan bantuan mencari lokasi
2. Perencanaan anggaran biaya
3. Studi kelayakan investasi
4. Tata ruang dan perencanaan toko
5. Pengurusan ijin usaha dan NPWP
6. Renovasi ruang usaha
7. Pembelian peralatan toko
8. Seleksi dan pelatihan karyawan
9. Standard kerja dan sistem penggajian karyawan
10. Paket sistem operasional toko dan administrasi keuangan
11. Seleksi dan kredit barang dagangan tanpa bunga dan tanpa jaminan
12. Program promosi penjualan
Ada 2 pola kerja sama waralaba,
I. Tidak memiliki tempat usaha
Jika Anda tidak memiliki tempat usaha, Indomaret menawarkan 2 opsi kerja sama.
1. Usulan lokasi toko baru.
Indomaret menawarkan lokasi yang telah disurvey disertai perencanaan matang, mulai dari desain layout toko, estimasi investasi, pendapatan, pengeluaran dan payback period.
2. Take over kepemilikan.
Indomaret menawarkan toko milik sendiri, yang sudah teruji dan menguntungkan. Sistem ini relatif lebih safe namun nilai investasinya lebih tinggi dibanding dengan membuka toko baru karena ada biaya toko, sejak dibuka hingga mencapai kondisi mapan.
Unsur biaya yang merupakan satu paket harga tersebut yaitu:
1. Franchise fee untuk 5 th
2. Peralatan toko dan gudang
3. Sewa tempat selama 5 thn
4. Perijinan
5. Goodwill
Penjualan toko Indomaret memiliki kriteria yang bertujuan memberikan nilai keuntungan dan kepastian berinvestasi dengan mudah.
Kriteria toko Take over adalah :
1. Track record telah teruji
2. Eksistensi toko diterima
3. Perijinan toko telah lengkap
II. Memiliki tempat usaha
Apabila Anda telah memiliki lokasi usaha, Indomaret menawarkan kerja sama sebagai berikut
1. Ruang usaha/rumah/tanah.
Prosedur kerjanya sama dengan “Usulan lokasi toko baru”. Indomaret terlebih dulu melakukan survey kelayakan lokasi yang anda usulkan, mulai dari potensi wilayah, peruntukan bangunan dan perijinan, perencanaan layout toko sampai dengan estimasi payback period-nya. Jika semua dinilai layak, kerja sama dapat dilakukan. Akan tetapi jika tidak atau ada kendala lain, Indomaret akan menyarankan untuk mencari lokasi yang lain.
2. Minimarket existing.
Bila anda memiliki toko yang kurang berkembang dan ingin mengembangkannya, dapat bergabung dengan Indomaret. Prosedur standarnya sama, mulai dari survey kelayakan lokasi sampai dengan estimasi payback period. Perlakuan yang membedakannya adalah dalam menghitung investasi perlengkapan toko. jika perlengkapan toko tersebut sesuai dengan standar Indomaret maka investasinya lebih murah. Namun jika tidak sesuai dengan standar Indomaret, perlengkapan tersebut harus diganti baru.
BIAYA FRANCHISE
Rp 36.000.000 (+PPN)
BIAYA INVESTASI
Rp 300.000.000 – Rp 350.000.000
(Franchise Fee, Perijinan, Pembelian, Peralatan Elektronik dan Non elektronik)
BIAYA ROYALTI
Persentase Penjualan Bersih
Rp 0 – Rp. 175.000.000 -> 0 %
Rp 175.000.000 – 200.000.000 -> 2 %
Rp 200.000.000 – 225.000.000 -> 3 %
> Rp 225.000.000 -> 4 %
Tahapan Kerjasama
1. Presentasi pertama
Supaya presentasi berjalan lebih efektif dan bisa langsung ditindak-lanjuti, bagi terwaralaba yang sudah memiliki usulan lokasi tempat usaha sebaiknya membawa fotocopy dokumen pendukung, seperti : Sertifikat Bangunan, IMB, KTP, KK, dan (jika sudah ada) SIUP, TDP, NPWP, PKP, serta denah lokasi. Pada presentasi pertama ini akan dijelaskan dengan detil mekanisme kerjasama, besarnya investasi, sistem operasional toko, sistem pembagian keuntungan, dan sistem pelaporan.
2. Presentasi kedua
Pada presentasi kedua akan dipaparkan hasil survey kelayakan dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang mengarah pada besarnya nilai investasi. Biasanya pada presentasi kedua ini dilanjutkan dengan penandatanganan MOU (Nota Kesepakatan) yang mencakup butir-butir pembagian tugas antara pihak Indomaret dengan investor dalam mempersiapkan pembukaan toko, mulai dari pengurusan perijinan, renovasi bangunan, pembelian perlengkapan toko, seleksi dan training karyawan, serta term pembayaran.
3. Pembukaan Toko
Setelah semua item kesepakatan direalisasikan, maka toko siap dibuka dengan program promosi yang ditetapkan Indomaret. Segera setelah toko buka, akan ditandatangani Surat Perjanjian Waralaba untuk jangka waktu 5 tahun.
Sumber : http://www.carifranchise.com/franchise-indomaret/

Sumber : http://bataviase.co.id/content/indomaret-siap-ekspansi-ke-wilayah-timur-indonesia
































ANCAMAN USAHA INDOMARET

Saat ini banyak sekali merek produk yang beredar di pasar. Merek apa yang akan dipilih atau lebih disukai akan ditentukan oleh bagaimana sikap konsumen atas bermacam-macam merek. Proses ini biasanya terjadi setelah melalui prosedur evaluasi atribut. Dengan kata lain, kebanyakan pembeli mempertimbangkan beberapa atribut dalam keputusan pembelian mereka. 
Pada dasarnya konsumen memiliki sikap yang berbeda-beda dalam memandang atribut-atribut yang dianggap relevan dan penting. Mereka akan memberikan perhatian terbesar pada atribut yang memberikan manfaat yang dicarinya. Dalam perjalanannya, perhatian terhadap atribut tersebut berkembang menjadi keyakinan. Selanjutnya, kumpulan dari keyakinan-keyakinan tersebut membentuk citra merek yang berbeda-beda. Perbedaan ini dikarenakan perbedaan pengalaman konsumen yang diakibatkan oleh proses penyaringan sebagai dampak dari persepsi selektif, distorsi selektif, dan ingatan selektif.

Karena itu, jika pemasar mengetahui bobot yang diberikan konsumen masing-masing atribut yang ditawarkan suatu merek, pemasar dapat meramalkan merek yang akan dipilih oleh konsumen. Customer value merupakan gambaran dari atribut seperti harga, layanan, dan parameter lain yang dirasakan konsumen. Juga emotional value yang mampu mendorong nilai performance produk yang dirasakan oleh konsumen. Dengan begitu customer value merupakan gambaran keseluruhan dari kerangka strategi yang dijalankan oleh perusahaan. 
Dalam kaitannya dengan minimart, seperti diketahui, persaingan antara Indomaret dan Alfamart saat ini begitu ketat. Masing-masing berusaha mendapatkan lokasi yang strategis sehingga tak jarang mereka berada di satu lokasi yang hanya dipisahkan oleh jalan lalu lintas. Mereka juga berlomba memberikan hadiah dan harga murah. Logikanya bila salah satu dari minimart tersebut menawarkan atribut – misalnya harga murah -- yang lebih tinggi, tentunya konsumen akan memilih salah satu minimarket tersebut. Nyatanya, dua-duanya masih bertahan meski di satu lokasi. 

Untuk itulah, penelitian ini mencoba melihat atribut yang dianggap penting oleh konsumen dalam menentukan pilihan minimarket. Penelitian ini mengambil 30 responden yang tersebar di beberapa lokasi di Jakarta dimana terdapat dua minimarket – dalam hal ini Indomaret dan Alfamart – di lokasi berdekatan. Responden yang dipilih adalah konsumen yang pernah berbelanja di minimarket dan berada di kelas B ke atas. Wawancara dilakukan dengan telepon dengan pemilihan responden menggunakan petunjuk buku telepon.
Tabel: Persepsi Nilai Minimart (n=30)
ATRIBUT Tingkat INDOMARET ALFAMART
Kepentingan (%) Performance Value Performance Value
1 Harga murah yang ditawarkan 26,8 6,93 1,86 6,47 1,73
2 Hadiah yang ditawarkan 10 6,23 0,62 6,77 0,68
3 Lokasi 18,3 7 1,23 7,2 1,32
4 Keragaman produk 14,8 6,87 1,02 6,8 1,01
5 Kecepatan layanan 9,7 6,6 0,64 6,6 0,64
6 Suasana outlet 6,8 6,5 0,44 6,83 0,46
7 Merek outlet 3,7 6,4 0,24 6,2 0,23
8 Parkir gratis 4,3 5,33 0,23 5,37 0,23
9 Luas outlet 5,3 5,8 0,31 6,03 0,32
10 Keramahan layanan 0,3 3,33 0,01 2,33 0,01
100 6,6 6,63
Sumber: Data Primer, 2008
Dari penelitian ini diketahui bahwa – meski terbesar – namun atribut harga murah (26,8%) bukan segala-galanya bagi konsumen. Ada faktor lain seperti lokasi (18,3%) keragaman produk (14,8%) dan sebagainya. (Lengkapnya lihat Tabel 1). Yang menarik adalah dalam layanan, kecepatan layanan jauh lebih penting dari pada keramahan. Selain itu, merek outlet – apakah Indomaret atau Alfamart – bagi konsumen tidaklah penting. Ini menunjukkan bahwa loyalitas konsumen terhadap suatu merek minimarket sangatlah rendah. Loyalitas dikalahkan oleh hadiah atau harga mura yang ditawarkan.
Dilihat dari merek minimarket yang memberikan value total lebih besar, Alfamart memberikan value yang lebih besar dari Indomaret. Indomaret hanya unggul pada harga yang dipersepsikan lebih murah ketimbang Alfamart, ragam produk lebih luas, dan merek outlet. Ini menunjukkan bahwa sejatinya, Alfamart berpeluang untuk mengungguli Indomaret. Dngan kata lain, bila harga yang dipatok Alfamart bisa lebih murah dari Indomaret maka Alfamart bisa mengalahkan Indomaret.


EXECUTIVE SUMMARY
Di Indonesia bisnis yang relatif stabil adalah bisnis ritel. Bisnis ini terus berkembang sesuai  pola hidup dengan kebutuhan penduduk yang jumlahnya terus meningkat. Salah satu bisnis ritel yang melayani kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari adalah minimarket. Indomaret yang tetap konsisten berusaha di bidang minimarket dikelola secara profesional dan dipersiapkan memasuki era globalisasi.
Indomaret adalah jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok, kebutuhan sehari-hari dan beberapa perlengkapan lainnya. Dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, awal pembukaan Indomaret di Kalimantan dan toko pertama yang dibuka ada di Ancol, Jakarta Utara.
Indomaret dapat dengan mudah dijumpai di daerah ramai penduduk seperti fasilitas umum, gedung perkantoran dan perumahan karena penempatan lokasi gerai didasarkan pada motto “mudah dan hemat”. Banyak sekali jenis produk berupa makanan dan dan kebutuhan sehari-hari lainnya tersedia dengan harga setara dengan tempat lainnya, sehingga dapat memenuhi hamper semua kebutuhan konsumen sehari-hari. Didukung oleh pusat-pusat distribusi, yang menggunakan teknologi mutakhir, Indomaret merupakan salah satu aset bisnis yang sangat menjanjikan. Keberadaan Indomaret diperkuat oleh anak perusahaan di bawah grup INTRACO, yaitu Indogrosir, BSD Plaza dan Charmant.

ANALISIS SITUASI
Analisis lingkungan Internal
-    Produk franchise yang ditawarkan Indomaret di nilai baik dan Indomaret tidak pernah melakukan inovasi terhadap pengorganisasian franchise-nya.
-          Harga pembelian franchise Indomaret lebih tinggi daripada produk pesaing.
-          Lokasi penempatan head office, maupun gerai-gerai Indomaret dinilai strategis.
-          Promosi penjualan franchise Indomaret kurang gencar dilakukan dan prromosi yang dilakukan Indomaret atas franchise-nya kurang menarik dibandingkan produk pesaing.
-          Sistem manajemen Indomaret dinilai baik dan Standard and Operating Procedure lebih di setujui.
-          Proses seleksi yang dilakukan franchisor kepada franchisee cukup lama dan prosedur pembelian franchise Indomaret rumit.
-          Dalam posisinya Indomaret berhasil bersaing dengan franchise retail sejenis dalam merebut pasar franchise retail dan berhasil menempatkan citra dibenak konsumen.
-          Franchisee ditempatkan sebagai mitra terpenting oleh Indomaret dan evaluasi yang dilakukan oleh Indomaret ke gerai-gerai cukup rutin dilakukan.

Analisis lingkungan Eksternal
-          Adanya peraturan pemerintah yang mendukung usaha waralaba yaitu:
·         Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
·         Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
·         Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
·         Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
·         Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
-          Masih ada beberapa daerah yang memiliki kepadatan penduduk dan lokasi strategis yang berpotensi untuk didirikannya gerai Indomaret.
-          Adanya perusahaan pesaing dengan produk retail sejenis
-          Era globalisasi yang mendorong masyarakat untuk memilih sarana yang praktis dan nyaman.
-          Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional
-          Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia.

Analisis lingkungan Pelanggan
-          Warganegara Indonesia sedang popular mengenai bisnis waralaba
-          Banyak warganegara Indonesia memiliki cukup modal dan ingin berwirasuasta
-          Pola pikir masyarakat untuk berusaha dengan sistem kerjasama
-          Masyarakat lebih berminat berusaha dengan bentuk investasi
-          Keinginan masyarakat untuk memiliki usaha sampingan.


ANALISIS SWOT
1. Strengths ( kekuatan )
-          Indomaret telah mengembangkan franchise yang mempunyai tujuan menjadi assets nasional dalam bentuk jaringan ritail waralaba yang unggul dalam persaingan nasional.
-          Investasi franchise Indomaret yang ditawarkan sangat kompetitif, Indomaret berkisar antara 300 juta sampai dengan 350 juta.
-          Penempatan lokasi pabrik dan head office di beberapa wilayah yang sudah cukup strategis.
-          Tingkat upah karyawan yang relatif rendah berkisar 600 ribu rupiah perbulan. Sehingga mampu menekan biaya operasional serendah mungkin.
-          Indomaret adalah salah satu franchise yang bergerak dibidang ritail yang siap go Internasional.
-          Indomaret mampu menjual barang eceran dengan harga lebuh murah,karena Indomaret mengambil pasokan barang dari salah satu distributor terbesar produk kebutuhan sehari-hari yaitu Indomarco.
-          Indomaret merupakan pelopor waralaba bidang ritail di Indonesia. Indomaret mewaralabakan sejak tahun 1997.

2. Weaknesses ( kelemahan )
-          Franchise fee yang ditawarkan ralatif tinggi. Franchise fee yang ditawarkan Indomaret yaitu 75 juta rupiah per 5 tahun, sedangkan Alfamart 45 juta rupiah per 5 tahun.
-          Berbagai daerah kurang mengenal Indomaret, karena kurangmya promosi.
-          Break Event Points yang ditawarkan Indomaret 4 tahun, lebih lama dibandingkan pihak pesaing.

3. Opportunities ( peluang )
-          Masih terdapat beberapa daerah yang potensial namun belum dimasuki oleh Indomaret. Dengan waralaba Indomaret dapat lebih mudah melakukan eksploitasi ke daerah-daerah yang potensial tresebut.
-          Dengan adanya perdagangan bebas, maka peluang mengembangkan franchise akan semakin besar.
-          Perlunya promosi yang lebih gencar agar franchise Indomaret lebih dikenal dan laku di pasaran.
-          Adanya pangsa pasar yang cukup menjanjikan, dimana di Indonesia bisnis waralaba dalam 1-2 tahun semakin tubuh subur 12,5 %.
-          Mempunyai kesempatan untuk memperluas jaringan secara lebih cepat dengan menggunakan modal seminimal mungkin.

4. Threats ( Ancaman )
-          Adanya franchisor lain yang terus mengikuti langkan Indomaret dalam mencari franchisee.
-          Terdapat perusahaan franchise yang sejenis dengan harga jual franchise yang hampir sama.
-          Adanya kemungkinan beberapa gerai milik franchise yang dapat menurunkan reputasi nama franchise akibat kegagalannya memenuhi baku standar tertentu yang kemudian melakukan komplain.
-          Adanya tindakan peniruan terhadap keunikan yang dimiliki franchisor yang kemudian dapat menjadi pesaing franchisor.
-          Adanya franchise asing memasuki pangsa pasar indonesia ,maka secara tidak langsung akan memberikan dampak negatif terhadap perusahaan.

Matrik SWOT Indomaret
 

 Tujuan dan Sasaran Pemasaran
Tujuan
Menjadikan Indomaret suatu bentuk investasi yang menarik, dan membantu para pelaku usaha dalam mengelola dan memiliki sendiri gerai Indomaret dengan tingkat kegagalan yang rendah.

Sasaran
-          Menyediakan bidang usaha yang relatif stabil.
-          Minimal selama 5 tahun mampu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sehat.
-          Menggunakan konsep saling mengunungkan dan saling percaya antara franchisor dan franchisee.
-          Menyediakan sistem dan format bisnis yang teruji.

Strategi Pemasaran
Berikut adalah strategi yang optimal untuk dilaksanakan agar berdampak positif  terhadap franchisee Indomaret:
1.      Sebaiknya Indomaret mau mempertimbangkan keluhan dari franchisee dengan menurunkan sedikit harga franchise fee-nya untuk periode selanjutnya. Dengan tujuan agar franchisee mau memperpanjang masa kontraknya dengan Indomaret dan franchisee tidak berpindah ke franchisor pesaing
2.      Dengan proses seleksi franchisee yang ketat maka kelangsungan perusahaan dan kelangsungan gerai milik franchisee akan tetap terjamin dan keduabelah pihak antara franchisor dengan franchisee saling mendapatkan keuntungan. Namun proses tidak perlu memakan banyak waktu dan terlalu bertele-tele.
3.      Indomaret harus bisa menjaga kualitas franchise-nya, maka secara tidaklangsung akan mendapat simpati tersendiri dari investor.
4.      Indomaret sebaiknya mempertimbangkan tingkat omset yang didapatkan tiap gerai dengan jumlah karyawanya, dengan tujuan menekan biaya operasional serendah mungkin dan memperoleh laba lebih banyak, secara optimal.
5.      Indomaret sebaiknya menjaga sistem distribusinya agar tiak terlambat, sehingga produk yang dijual franchisee tidak sering mengalami kekosongan.